logo
Loading....

Pengembangan Pariwisata dari Ke-arifan

PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM UNTUK PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN

By. Rudi Chandra

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu industri yang menyumbangkan pajak terbesar untuk negara dan diperkirakan akan terus berkembang pesat. Dalam perkembangannya, industri pariwisata sangat bergantung pada kondisi fisik dan sumber daya alam yang ada seperti udara, daratan dan air. Sumber daya alam tersebut dijadikan obyek sekaligus produk bagi industri pariwisata.  Pariwisata juga sangat tergantung pada kebersihan atau lingkungan yang asli dan alami. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, pariwisata dapat menjadi kekuatan positif bagi konservasi lingkungan. Tetapi jika perencanaan, pengembangan dan pengoperasiannya tidak diatur dengan pantas maka ekosistem alam akan rusak, salah satu contohnya yaitu jika suatu fasilitas wisata tidak mempedulikan limbah yang mereka hasilkan, akibatnya limbah tersebut dapat mencemari lingkungan sekitar dan dapat merusak ekosistem. Disamping pentingnya pengembangan sumber daya alam yang pantas, daya dukung suatu destinasi wisata juga harus diperhatikan. Kemampuan lingkungan (ekosistem) dalam mendukung kehidupan semua makhluk yang ada di dalamnya secara berkelanjutan sangat terbatas. Oleh karena itu pembangunan industry pariwisata harus mempertimbangkan aspek kelestarian dan kelangsungannya serta harus membenahi diri secara alami dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Sumatera Barat memilki banyak potensi dan sumber daya alam yang belum dikembangkan secara maksimal, termasuk didalamnya di sektor pariwisata. Salah satu dari 19 kabupaten dan kota yang memiliki potensi wisata. Untuk lebih memantapkan pertumbuhan sektor pariwisata dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pembangunan, sehingga perlu diupayakan pengembangan produk-produk yang mempunyai keterkaitan dengan sektor pariwisata. Produk yang dikembangkan baik berupa produk dalam bentuk barang maupun produksi dalam betuk jasa yang berkaitan dengan konsep dan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Pengebangan paraiwisata bukan dikembangkan atas pemanfaatan objek nyata parawisata (lokasi atau tempat) atau keindahan yang menjadi satu dari tarik wisata, namun juga memperhatikan potensi dan kearifan yang hidup dan berkembang di masyarakat. Potensi tersebut pada masyarakat itu sendiri yakni mulai dari perkembangan atau pengelolaan sumberdaya manusia, nilai-nilai budaya atau nilai kearifan lokal yang melikat pada masyarakat tempat tersebut. Intinya dalam perkembangan pariwisata yang berkelanjutan diperlukan mewisatakan masyarakat dilokasi wisata.

Share this post